Ciamis, deJurnal,- Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Ciamis kembali digelar sebagai wadah pengembangan bakat dan prestasi siswa berkebutuhan khusus.
Kompetisi tersebut digelar di Stadion Atletik Linggabuana Ciamis. Kamis (30/04/2026)
Kegiatan tahunan tersebut diikuti oleh 25 SLB dari berbagai wilayah di Ciamis dan menjadi pintu awal menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris MKKS SLB Kabupaten Ciamis, Dedi Suryaman, menjelaskan O2SN tahun ini mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Di antaranya balap kursi roda, lompat jauh, bocce, catur, lari 100 meter, bulutangkis, serta tenis meja.
“Jumlah peserta dari tiap sekolah berbeda-beda, karena menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Tidak semua SLB memiliki kategori peserta yang sama, seperti tunanetra yang jumlahnya terbatas,” ujar Dedi di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pelaksanaan O2SN tahun ini berlangsung dalam satu hari dengan target menjaring juara pertama di setiap cabang untuk mewakili Ciamis ke tingkat provinsi yang dijadwalkan pada Juni mendatang.
“O2SN ini agenda rutin, sama seperti di sekolah umum. Di SLB juga ada O2SN, FLS2N, dan LKSN. Para juara nantinya akan bersaing dengan perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat,” katanya.
Dedi mengungkapkan, antusiasme peserta cukup tinggi. Para siswa telah menjalani latihan intensif selama satu hingga dua bulan di sekolah masing-masing.
“Kami optimistis bisa mengirimkan wakil di semua cabang lomba ke tingkat provinsi. Tahun lalu bahkan ada atlet lari yang berhasil menjadi juara tingkat provinsi dan melaju ke nasional. Mudah-mudahan tahun ini bisa kembali berprestasi,” ujarnya.
Dikatakan Dedi pelaksanaan O2SN tahun ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) yang memfasilitasi penggunaan Stadion Atletik Prabu Linggabuana.
Fasilitas tersebut dinilai representatif dan mendekati standar lapangan di tingkat provinsi.

Sekretaris Disbudpora Ciamis Hendri Ridwansyah, ST, MM, mendorong agar stadion kebanggaan masyarakat Tatar Galuh itu tidak hanya dimanfaatkan saat kejuaraan.
“Silakan Stadion Atletik Prabu Linggabuana ini digunakan tidak hanya untuk kejuaraan O2SN saja, tetapi juga menjadi sarana latihan olahraga, khususnya bagi para atlet daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, O2SN SLB harus menjadi titik awal pembibitan atlet disabilitas berprestasi di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, terdapat sejumlah ajang lanjutan yang bisa menjadi target pembinaan.
“O2SN ini harus menjadi awal pembibitan siswa atau atlet disabilitas berprestasi. Ke depan ada kejuaraan lanjutan seperti Peparpeda dan Piala Gubernur Disabilitas. Ini tentu akan sangat membantu pembinaan oleh NPCI Kabupaten Ciamis,” katanya.
Hendri juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan wasit agar menjunjung tinggi fair play dan menjaga sportivitas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan peserta Kepala SLB YPI Al-Magfiroh Purwadadi, Vijay Sukmawan Ramdani, menyoroti tantangan dalam membina siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam membangun mental dan konsistensi latihan.
“Yang paling sulit itu membangun kemauan anak untuk mau ikut. Apalagi kalau suasana ramai atau suara bising, beberapa anak seperti down syndrome bisa merasa tidak nyaman. Jadi selain fisik, mental juga harus dilatih,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, sekolahnya menurunkan atlet di cabang lari 100 meter dan tenis meja. Untuk cabang lari, salah satu siswanya bahkan telah berhasil melaju hingga babak semifinal.
“Latihan dilakukan secara bertahap dan konsisten. Kami berupaya membangun keberanian dan kepercayaan diri mereka agar siap bertanding,” katanya.
Melalui O2SN, Vijay berharap semakin banyak siswa SLB yang mampu menunjukkan potensi dan meraih prestasi, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pendidikan inklusif di Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)
















