CIAMIS, deJurnal,– Di tengah dominasi Argentina, Brasil, Prancis, Inggris, Belanda dan Jerman dalam bursa calon juara Piala Dunia 2026, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya justru memiliki pilihan berbeda.
Orang nomor satu di Kabupaten Ciamis itu menjagokan Spanyol sebagai tim yang berpeluang besar mengangkat trofi juara dunia pada ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Dukungan itu disampaikan bupati saat mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan-pertandingan pilihan Piala Dunia 2026 di Stadion Galuh Ciamis.
Menurutnya, selain menyajikan persaingan yang semakin ketat, turnamen kali ini juga menghadirkan banyak tim dengan kualitas yang relatif merata.
Meski banyak pengamat menempatkan Argentina sebagai salah satu favorit utama setelah tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir, bupati justru menilai Spanyol memiliki peluang yang sangat menjanjikan.
“Saya menjagokan Spanyol,” ujarnya tegas Senin (22/6/2026).
Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian karena berbeda dari pilihan kebanyakan pecinta sepak bola yang masih menjagokan negara-negara tradisional seperti Argentina atau Brasil.
Namun bagi Herdiat, kekuatan Spanyol saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menurutnya, regenerasi pemain yang dilakukan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil.
Perpaduan antara talenta muda dan sistem permainan yang matang membuat tim berjuluk La Roja itu menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Nobar Piala Dunia Disiapkan di Stadion Galuh
Di balik dukungannya terhadap Spanyol, bupati juga tengah menyiapkan cara agar masyarakat Kabupaten Ciamis dapat menikmati atmosfer Piala Dunia secara bersama-sama.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berencana menggelar nobar akbar di Stadion Galuh untuk pertandingan-pertandingan yang dinilai memiliki daya tarik tinggi.
Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi ajang hiburan sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.
“Kita sedang mempersiapkan konsep nobar Piala Dunia di Stadion Galuh. Tidak semua pertandingan, tetapi laga-laga besar yang antusiasmenya tinggi di masyarakat,” katanya.
Bupati menilai Stadion Galuh merupakan lokasi yang ideal karena mampu menampung ribuan penonton.
Selain itu, fasilitas yang tersedia memungkinkan masyarakat menikmati pertandingan dengan lebih nyaman dan aman.
Rencana tersebut mendapat respons positif karena dinilai mampu menghadirkan suasana pesta sepak bola dunia di Kabupaten Ciamis.
Selama ini, euforia Piala Dunia biasanya hanya dinikmati masyarakat melalui layar televisi di rumah atau warung kopi. Melalui nobar akbar, suasana yang lebih meriah diharapkan dapat dirasakan bersama.
UMKM Ciamis Bakal Ikut Menikmati Manfaat
Tak hanya menghadirkan hiburan, Pemkab Ciamis juga ingin menjadikan momentum Piala Dunia sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Bupati memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan dilibatkan dalam kegiatan nobar tersebut.
Kehadiran ribuan penonton diperkirakan akan membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, hingga produk kreatif lokal.
“Kita ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang luas. Selain hiburan bagi masyarakat, juga ada dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM,” ungkapnya.
Menurut bupati, konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Keramaian yang tercipta dari kegiatan nobar diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha lokal sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Stadion Galuh.
Meski menjagokan Spanyol, bupati mengakui persaingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026 masih sangat terbuka.
Argentina, Brasil, Prancis, Inggris, hingga Jerman tetap menjadi lawan tangguh yang memiliki peluang besar untuk meraih trofi.
Namun satu hal yang pasti, bagi masyarakat Kabupaten Ciamis, Piala Dunia 2026 bukan hanya soal mencari siapa yang akan menjadi juara.
Ajang empat tahunan tersebut juga akan menjadi momentum kebersamaan, hiburan rakyat, sekaligus peluang ekonomi yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat Tatar Galuh. (Nay Sunarti)















