• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deBisnis

Pasar Tumpah Tiap Minggu di Desa Margahayu Tengah Tidak Resmi Tapi Dibutuhkan Masyarakat

bydejurnalcom
Selasa, 2 Desember 2025
Reading Time: 2 mins read
Pasar Tumpah Tiap Minggu di Desa Margahayu Tengah Tidak Resmi Tapi Dibutuhkan Masyarakat
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandun g- Pasar tumpah di jalan seputar RW 13, Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung telah lama beroperasi. Ratusan pedagang dari kuliner olahan, buah-buahan, pakaian, perabot dapur, bahkan hewan peliharaan tiap hari Minggu berjejer memenuhi bahu kiri -kanan jalan yang menghubungkan desa tersebut dengan Desa Rahayu Kecamatan Margaasih.

Sayangnya, keberadaan pasar tumpah ini boleh dibilang tidak resmi. Menurut Kepala Desa Margahayu Tengah, Asep Zaenal Mahmud, kegiatan pasar tumpah di tiap hari Minggu ini sudah ada sejak dirinya belum menjadi kepala desa. Asalnya dari Desa Rahayu, kemudian bersambung ke Desa Margahayu Tengah

Sebetulnya, aku Asep pihak desa ingin menata pasar tumpah tersebut lebih terstruktur, namun karena di Desa Rahayu juga tidak ada pengelolaan resmi atau tidak melibatkan pemerintah desa, maka Asep Zaenal juga tidak bisa melangkah lebih jauh.

BacaJuga :

TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik

Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban

Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional

Meski pernah ada komunikasi dengan pengelola yang tidak resmi atau berjalan secara tradisional.
“Karena dulunya berasal dari Desa Rahayu, jadi saya tidak bisa membuat aturan yang terpisah dari Rahayu. Jadi kalau asalnya pengelolaan itu tidak melibatkan desa, kita juga tidak bisa masuk terlalu jauh,” kata Asep Zaenal di kantor desanya, Selasa (2/12/2025).

Pasar tumpah tersebut selama ini, lanut Asep
berjalan secara tradisional. “Para pengelolanya juga tidak terstruktur atau tidak resmi. Retribusi tidak ada karena kita kaitan dengan saber pungli dan lain sebagainya,” katanya.

Asep Zaenal mengaku, pihaknya pernah komunikasi dengan pengelola yang tidak resmi, bahwa pihak desa akan memfasilitasi, serta menyamoaikan bahwa pihaknya tidak akan mengurangi dari penghasilan mereka selama ini.

” Kita sudah sampaikan supaya lebih tertib, akan lebih resmi. Kalau hasil musyawarah pungutan lebih resmi. Kita saling menguntungkan. Mereka ingin berjualan, kita yang sebagai punya wilayah ada kontribusi minimal untuk infrastruktur wilayah, dan sampah diurus, infrastruktur terjamin, ” ujar Asep.

Namun, sampai saat ini keinginan itu belum terwujud. Tapi, kata Asep karena masyarakat sekitar tidak merasa terganggu, karena mungkin sudah terbiasa.

” Jadi menikmati karena mereka juga mungkin membutuhkan. Jadi sepanjang tidak saling mengganggu walaupun tidak saling menguntungkan tidak masalah,” kata Asep.

Di samping kepala desa, Ketua RW 13 desa tersebut, Uden menambahkan, ratusan pedagang pasar tumpah tersebut kebanyakan dari luar wilayahnya. Ia menyebut paling hanya 30 persen warga Desa Margahayu Tengah, selebihnya dari luar.

Terhadap keberadaan pasar tersebut ia selalu ada komunikasi dengan kepala desa, bahkan meminta saran. Tapi seperti dikatakan Asep Zaenal, keberadaan pasar tumpah di wilayahnya, meski tidak melibatkan pemerintahan, namun karena tidak mengganggu masyarakat ia pun sejalan dengan pihak desa.* Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Uji Pembatasan Kendaraan Pribadi di Lingkup Setda Garut Tuai Tanggapan Pegawai

Next Post

Menutup Tahun 2025 Dalang Khanha Giri Harja 2 Putu Siapkan Agenda 6 Lokasi Panggung

Related Posts

Audiensi Polemik Kirab Budaya Garut, Pemuda Akhir Jaman Ajak Masyarakat Tidak Saling Menghakimi
deNews

Audiensi Polemik Kirab Budaya Garut, Pemuda Akhir Jaman Ajak Masyarakat Tidak Saling Menghakimi

Sabtu, 9 Mei 2026
Pentas PAI SD Ciamis 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa Tampilkan Bakat Islami
deNews

Pentas PAI SD Ciamis 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa Tampilkan Bakat Islami

Sabtu, 9 Mei 2026
Hanya 6 Hari Latihan, Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Final Jabar
deNews

Hanya 6 Hari Latihan, Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Final Jabar

Sabtu, 9 Mei 2026
TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik
deNews

TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik

Sabtu, 9 Mei 2026
Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban
Hukum dan Kriminal

Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban

Jumat, 8 Mei 2026
Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional
Nasional

Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional

Jumat, 8 Mei 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

KabarDaerah

Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan SOKSI Garut, Sri Ratih, SH

SOKSI Garut : Pemkab Garut Harus Evaluasi Kinerja Penanganan Preventif Perlindungan Terhadap Anak

Jumat, 11 April 2025

MANTRA Ingatkan Pemkab Garut Terkait Belum Adanya Perda PBG : Berpotensi Kebocoran PAD

Sabtu, 17 Mei 2025
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana. (Sopandi/dejurnal.com)

Kadisdik Kab. Bandung Beri Alasan Guru Ngaji Harus Ngajar di Sekolah

Kamis, 7 Oktober 2021

Situs Diurus, Karamat Dirumat, Sinergi Lestarikan Budaya dan Hijaukan Situs Sejarah Ciamis

Minggu, 5 Oktober 2025
Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar. (Sopandi/Dejurnal.com)

Direspon Baik Bupati Bandung, Jaringan Sayaginet Diharap Bisa Mengcover Seluruh Desa

Kamis, 11 Maret 2021

Ikhtiar Bentuk Karakter Pelajar Sunda Bupati Bandung Luncurkan Buku ‘Aksara Swara’

Senin, 3 Maret 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste