• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Agustus 17, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dari Congklak sampai Oray-orayan Ciamis Ajak Anak Lepas dari Gadget, Kadisbudpora Sebut Sebagai Warisan Budaya

bydejurnalcom
Senin, 18 Mei 2026
Reading Time: 3 mins read
Dari Congklak sampai Oray-orayan Ciamis Ajak Anak Lepas dari Gadget, Kadisbudpora Sebut Sebagai Warisan Budaya
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Suara tawa anak-anak dan iringan musik tradisional Swaranarasa memenuhi Gedung Puspita Kabupaten Ciamis, Senin (18/5/2026).

Di tengah maraknya permainan digital dan penggunaan gawai pada anak, berbagai kaulinan baheula seperti congklak, oray-orayan, hingga kaulinan rakyat lainnya kembali dimainkan dalam Festival Kaulinan Tradisional dan Diskusi Parenting Berbasis Budaya.

Kegiatan yang digagas Sekolah Motekar bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis dan komunitas kaulinan barudak itu menjadi ruang edukasi budaya sekaligus ajakan kepada masyarakat agar anak-anak kembali akrab dengan permainan tradisional

BacaJuga :

Karnaval RSUD Ciamis Meriah, 26 Kontingen Tampilkan Kreativitas Sambut HUT RI ke-81

Wujud Kepedulian dan Penguatan Sinergitas, Polres Garut Bagikan Oli Gratis Kepada Pengemudi Ojol

Kabel Internet Terpasang di Tiang PJU, Warga Khawatirkan Ganggu Fungsi Penerangan Jalan

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana

Dian menegaskan kaulinan rakyat merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan yang wajib dijaga keberlangsungannya.

Menurutnya, budaya tidak hanya dipahami sebagai peninggalan benda-benda masa lalu, tetapi hasil pemikiran dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya itu bukan hanya benda pusaka atau peninggalan leluhur. Budaya adalah perilaku dan nilai kehidupan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dian mengatakan kaulinan tradisional memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat karena di dalam setiap permainan terdapat pembelajaran tentang kebersamaan, disiplin, keberanian, hingga kemampuan bersosialisasi.

“Anak-anak belajar karakter dari kaulinan. Mereka belajar menghargai teman, bekerja sama, dan memahami nilai kehidupan melalui permainan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dian juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan dalam pelestarian kaulinan tradisional di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, dukungan BPK, termasuk dukungan finansial terhadap kegiatan budaya, menjadi penguat dalam menjaga kaulinan rakyat tetap hidup di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat atas dukungan dan kerja sama yang diberikan dalam menjaga kaulinan tradisional sebagai warisan budaya,” ujarnya.

Dian juga mengapresiasi konsistensi Sekolah Motekar dan komunitas kaulinan barudak yang terus bergerak mengenalkan permainan rakyat kepada anak-anak di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, komunitas budaya menjadi “napas” bagi kaulinan tradisional agar tetap hidup di tengah arus digitalisasi.

“Kalau tidak ada yang terus menggerakkan, kaulinan barudak bisa hilang. Sekolah Motekar hari ini menjadi napas bagi kaulinan tradisional di Ciamis,” katanya.

Dalam paparannya, Dian memperkenalkan filosofi “3N” dalam pendidikan budaya melalui kaulinan tradisional, yakni napas, nupus, dan nupas

“Napas” dimaknai sebagai ruh dan penggerak agar kaulinan tradisional tetap hidup di masyarakat.

“Nupus” dimaknai sebagai potensi dan kreativitas masyarakat dalam menjaga budaya melalui aktivitas edukatif.

Sedangkan “Nupas” menjadi simbol harapan lahirnya generasi muda yang memiliki karakter baik, mampu menjaga diri, dan tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah.

“Kaulinan tradisional bukan sekadar permainan. Ini ruang pendidikan karakter, ruang sosial, bahkan ruang perlindungan anak,” ujar Dian.

Ia berharap kaulinan tradisional kembali hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya yang terus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Harapannya lahir generasi Ciamis yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer sesuai nilai Pancawaluya,” katanya.

Sementara itu perwakilan Sekolah Motekar, Muhamad Rizky Ramdani mengatakan, kaulinan tradisional saat ini semakin jarang dikenal anak-anak karena tergeser kebiasaan bermain gadget.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena permainan tradisional memiliki banyak nilai pendidikan dan sosial yang penting bagi tumbuh kembang anak.

“Kalau orang tua tidak mengenalkan kaulinan tradisional kepada anak-anaknya, lama-lama permainan ini akan hilang. Jadi sasaran utama kegiatan ini memang para orang tua,” ujar Rizky.

Ia mengatakan kaulinan tradisional bukan sekadar permainan, tetapi ruang interaksi sosial yang mengajarkan kerja sama, komunikasi, empati, hingga keberanian.

“Anak-anak belajar sambil bermain. Di dalam kaulinan ada pendidikan sosial, emosional, komunikasi, hingga pembentukan karakter,” katanya.

Menurut Rizky, Sekolah Motekar bersama komunitas kaulinan barudak selama ini rutin menggelar edukasi permainan tradisional di lingkungan masyarakat sebagai upaya menjaga budaya lokal tetap hidup.

Ia menyebut kaulinan tradisional masih sangat relevan untuk kondisi anak-anak saat ini yang mulai kehilangan ruang bermain aktif dan interaksi sosial secara langsung.

“Permainan tradisional membuat anak bergerak, berpikir bersama, dan berinteraksi langsung dengan teman-temannya. Itu yang sekarang mulai hilang karena terlalu dekat dengan gadget,” ujarnya.

Rizky berharap kaulinan tradisional kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak, bukan hanya muncul dalam festival budaya atau kegiatan seremonial semata.

“Yang kami jaga bukan hanya permainannya, tetapi nilai budaya dan pendidikan yang diwariskan di dalamnya,” pungkansya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Batalkan AJB Secara Sepihak, Pengacara Ini Laporkan Salahsatu Camat/PPATS ke Inspektorat Garut

Next Post

Bupati Garut Menghadiri Juga Sangat Mengapresiasi Kontribusi Nyata LDII dan Dorong Sinergi Peningkatan Ekonomi

Related Posts

Penutupan Turnamen Pickleball Makin Meriah, Galuh Line Dance Ciamis Tampil Spektakuler
deNews

Penutupan Turnamen Pickleball Makin Meriah, Galuh Line Dance Ciamis Tampil Spektakuler

Minggu, 16 Agustus 2026
Tak Hanya Dukungan, Disbudpora Ciamis Turun Bertanding dan Raih Juara di Turnamen Perdana Yard Pickleball
deNews

Tak Hanya Dukungan, Disbudpora Ciamis Turun Bertanding dan Raih Juara di Turnamen Perdana Yard Pickleball

Minggu, 16 Agustus 2026
Empat Bulan Beroperasi, Yard Pickleball Ciamis Gelar Turnamen Perdana HUT RI ke-81
deNews

Empat Bulan Beroperasi, Yard Pickleball Ciamis Gelar Turnamen Perdana HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026
Karnaval RSUD Ciamis Meriah, 26 Kontingen Tampilkan Kreativitas Sambut HUT RI ke-81
deNews

Karnaval RSUD Ciamis Meriah, 26 Kontingen Tampilkan Kreativitas Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026
Wujud Kepedulian dan Penguatan Sinergitas, Polres Garut Bagikan Oli Gratis Kepada Pengemudi Ojol
deNews

Wujud Kepedulian dan Penguatan Sinergitas, Polres Garut Bagikan Oli Gratis Kepada Pengemudi Ojol

Sabtu, 15 Agustus 2026
Kabel Internet Terpasang di Tiang PJU, Warga Khawatirkan Ganggu Fungsi Penerangan Jalan
deNews

Kabel Internet Terpasang di Tiang PJU, Warga Khawatirkan Ganggu Fungsi Penerangan Jalan

Sabtu, 15 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

KabarDaerah

H. Yanto Setianto

Anggota Legislatif Harus Pisahkan Kepentingan DPRD Dengan Suksesi Cabup-Cawabup Pilkada

Rabu, 30 September 2020

Tragedi Ledakan Pemusnahan Amunisi di Pesisir Pantai Garut Tewaskan Belasan Orang, Kolonel dan Mayor Turut Jadi Korban

Senin, 12 Mei 2025

Menunggu Jawaban Konsisten Bupati Cianjur Untuk Pengusaha UMKM

Sabtu, 2 April 2022

Polisi Tetapkan Tersangka, Terkait Kejadian Tengelamnya 3 Pria Dalam Pengobatan Spiritual di Cigudeg Bogor

Rabu, 19 Juli 2023

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Pasca Gempa Bumi 4,3 SR, Kalak BPBD Garut Sampaikan Kondisi Terkini

Rabu, 1 Februari 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste