Dejurnal.com, Garut – Transformasi digital di sektor kesehatan terus didorong Pemerintah Kabupaten Garut melalui peluncuran Program Digitally Enable District yang digelar di Hotel Harmoni Garut, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Drs. H. Nurdin Yana, M.H, Asisten Daerah (ASDA) I Drs. H. Bambang Hafidz, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr. Hj. Leli Yuliani, M.M, serta para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Garut.
Dalam keterangannya kepada awak media usai acara, Sekda Garut Nurdin Yana menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan Summit Institute for Development, sebuah lembaga non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan. Program tersebut telah berjalan sejak 2023 dan direncanakan berlangsung hingga 2027.
Menurutnya, implementasi digitalisasi ini membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan data kesehatan. Dengan sistem yang terintegrasi, data dapat diakses secara real time oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan di lapangan hingga pemerintah daerah.
“Ketika sistem ini berjalan optimal, maka seluruh data kesehatan akan tersaji secara cepat dan akurat. Mulai dari laporan posyandu hingga tingkat desa, semuanya bisa terpantau dengan baik oleh seluruh stakeholder,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem ini juga dirancang selaras dengan aplikasi milik Kementerian Kesehatan, sehingga memungkinkan integrasi data secara nasional. Bahkan, teknologi yang digunakan mampu mengolah dan melengkapi data dari berbagai sumber aplikasi kesehatan yang terhubung.
Keunggulan lain dari sistem ini adalah kemampuannya dalam mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dini. Dengan data yang akurat dan terkini, pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam penanganan berbagai permasalahan kesehatan.
“Misalnya, jika di suatu wilayah ditemukan banyak ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, maka Dinas Kesehatan dapat segera melakukan intervensi atau penanganan yang diperlukan. Ini yang sebelumnya sulit dilakukan secara cepat,” jelasnya.
Program Digitally Enable District ini saat ini telah memasuki tahap kedua pengembangan. Pemerintah Kabupaten Garut optimistis, dengan penyempurnaan berkelanjutan hingga tahun 2027, sistem ini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Melalui digitalisasi ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Garut menjadi lebih responsif, terukur, dan berbasis data, sehingga mampu mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.***Willy














