Selasa, 23 Juli 2024
BerandadeBisnisDirut KCIC : Berkat Kolaborasi dan Transfer Knowledge, Kendala Tunnel 2 Berhasil...

Dirut KCIC : Berkat Kolaborasi dan Transfer Knowledge, Kendala Tunnel 2 Berhasil Diatasi

Dejurnal.com, Purwakarta – Setelah Menko Marvest, Luhut Binsar Pandjaitan, kali ini Presiden Joko Widodo hadir untuk melihat langsung progres pembangunan Tunnel 2, Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Purwakarta pada Senin, 17 Januari 2022. Tunnel 2 yang dikunjungi Presiden ini akan jadi tunnel pertama di Indonesia yang dibangun di area clay shale.

Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo ke Tunnel 2 didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung, Ketua Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Hedy Rahadian beserta jajaran kementerian lainnya. Hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Forkopimda Jawa Barat beserta Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika,

Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo menyebutkan secara keseluruhan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 79,9 persen. Diharapkan proyek KCJB bisa  diujicobakan pada akhir tahun 2022.

“Harapan kita dengan selesainya kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan mengurangi kemacetan baik yang ada di Jakarta maupun di Bandung serta mempercepat mobilitas orang dan barang,” ujar Jokowi.

Mengenai Tunnel 2, Presiden Direktur PT KCIC, Dwiyana Slamet Riadi  menyebutkan pembangunan Tunnel #2 merupakan salah satu titik tersulit di dunia konstruksi. Area clay shale memiliki karakteristik tanah yang sangat lunak dan mudah lapuk saat terekspos selama penggalian berlangsung. Maka dari itu, Dwiyana sangat mengapresiasi kinerja para SDM yang bertanggung jawab di lokasi tersebut karena pengerjaan Tunnel #2 dapat berjalan lancar dan aman meski terkendala kondisi geografis yang sulit.

“Lokasi Tunnel 2 termasuk dalam titik konstruksi dengan rintangan yang sangat sulit untuk dikerjakan. Karakter tanah di Tunnel 2 sangat lunak dan mudah lapuk. Jika ada kesalahan konstruksi sedikit saja selama proses pembangunan berjalan, resiko pergerakan tanah sangat besar. Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pengerjaan Tunnel #2 karena berkat kerja keras, ketelitian, dan kehati-hatian dari semua pihak, pengerjaan Tunnel 2 dapat berjalan lancar dan aman. Pak Luhut pun mengakui itu,” terang Dwiyana.

Dwiyana menambahkan, selain berkat kerja keras para pekerja, kelancaran dalam pengerjaan Tunnel #2 juga ditunjang dengan adanya transfer knowledge dari para ahli tunnel berpengalaman dari dalam dan luar negeri. Dalam laporannya, Dwiyana mengatakan pihaknya telah mendatangkan ahli tunnel dari ITB untuk berkolaborasi dengan ahli Tunnel dari Tiongkok untuk membantu para pekerja dalam mengatasi tantangan geografis di Tunnel 2.

“Selain kerja keras para pekerja, kelancaran pengerjaan Tunnel #2 ini juga ditunjang dengan hadirnya ahli tunnel berpengalaman dari ITB dan TIongkok yang berkolaborasi membantu para pekerja di sana. Dengan kehadiran para ahli Tunnel terbaik dari dalam dan luar negeri tersebut, ada transfer knowledge yang sangat berguna untuk kelanjutan konstruksi,” tambah Dwiyana.

Dwiyana menjabarkan, para ahli tunnel tersebut memiliki kompetensi yang baik dalam penerapan metode surface grouting yang selama ini digunakan dalam Proyek KCJB. Kemampuan para ahli tunnel tersebut sangat membantu dalam pengerjaan Tunnel 2 khususnya pada bagian permukaan tunnel yang lunak dan membutuhkan penanganan khusus.

Dwiyana menjabarkan progres pembangunan tunnel sepanjang 1.040 meter ini sudah mencapai 67 persen. Dwiyana mengatakan pihaknya telah memasukan Tunnel 2 sebagai bagian dari prioritas konstruksi di tahun 2022.

Lebih lanjut, Dwiyana mengatakan keberhasilan dari pengerjaan Tunnel 2 akan jadi angin segar bagi dunia konstruksi tanah air. Dengan keberhasilan menyelesaikan

Tunnel 2 yang dibangun di area clay shale, dapat menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mampu membangun terowongan di kondisi geografis yang sulit sekali pun. Untuk itu, pihaknya akan terus mengerahkan kemampuan terbaiknya guna menyelesaikan Tunnel 2 ini.

Kemajuan dalam pengerjaan Tunnel 2 ini melengkapi progres pembangunan KCJB yang sudah mencapai 79%. Selain penyelesaian tunnel, Dwiyana mengutarakan pihaknya sudah melakukan pemasangan slab track atau bantalan rel pertama sebagai langkah awal untuk pengerjaan track laying KCJB. Pengerjaan yang dilakukan di DK 32 arah Jakarta dan Bandung berlangsung pada 29 Desember 2021 dan akan diteruskan pengerjaannya ke dalam 3 section hingga seluruh slab track tersambung.

“Progres pengerjaan Tunnel 2 ini melengkapi progres keseluruhan dari proyek KCJB yang sudah mencapai 79%. Terbaru, pada penutup tahun 2021 Kami telah melakukan pemasangan slab track sebagai kelanjutan dari konstruksi track lay KCJB,” pungkas Dwiyana.

Pemasangan slab track perdana yang sudah dilakukan ini menjadi salah satu capaian penting karena menjadi salah satu pertanda akan dimulainya pemasangan rel di proyek KCJB.

Pada September lalu, seluruh rel untuk kebutuhan proyek KCJB sudah datang dari China. Batang rel yang digunakan adalah batang rel UIC60 sepanjang 50 meter yang merupakan rel terpanjang di dunia perkeretaapian Indonesia. Dengan begitu rel akan minim sambungan dan akan memberikan kenyamanan dan keamanan pada pengguna kereta cepat Jakarta-Bandung.

OffTegalluar untuk dijadikan batangan rel sepanjang 500 meter. Hingga saat ini setidaknya sudah ada 837 batang rel sepanjang 500 meter yang tersambung.***budi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI